Pelantikan Pengurus PGRI Bojonegoro

Pelantikan Pengurus PGRI Bojonegoro

Pelantikan Pengurus PGRI Bojonegoro Masa Bakti 2015-2020

Pengurus PGRI Bojonegoro Masa Bakti 2015-2020

Pengurus PGRI Bojonegoro Masa Bakti 2015-2020

Foto bersama seluruh jajaran pengurus PGRI Bojonegoro masa bakti 2015-2020

Pertemuan Pengurus PGRI Bojonegoro dengan Bupati Bojonegoro

Pertemuan Pengurus PGRI Bojonegoro dengan Bupati Bojonegoro

Pengurus PGRI Kabupaten Bojonegoro melakukan pertemuan dengan Bupati Bojonegoro Bapak Suyoto

Kunjungan PGRI Bojonegoro ke Pemkab Bojonegoro

Kunjungan PGRI Bojonegoro ke Pemkab Bojonegoro

Foto bersama pengurus PGRI Bojonegoro masa bakti 2015-2020 dengan Bupati Bojonegoro

Bincang-bincang sebelum Acara Pelatihan PTK

Bincang-bincang sebelum Acara Pelatihan PTK

Bapak Wakil Bupati Bojonegoro berbincang-bincang dengan Ketua PGRI Bojonegoro dan Kedua Pemateri Pelatihan PTK

Pelatihan PTK

Pelatihan PTK

Suasana Pelatihan PTK yang diisi oleh Bapak Dr. B. Suparlan, M.Pd. dari P4TK IPS PKN Malang

Foto Bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Bupati Bojonegoro dan Ketua Umum PGRI

Foto Bersama Kepala Dinas Pendidikan Jatim, Bupati Bojonegoro dan Ketua Umum PGRI

Foto Bersama Ketua Umum PGRI, Ketua Dinas Pendidikan Jawa Timur, Bupati Bojonegoro, Ketua PGRI Jatim serta Pengurus PGRI Bojonegoro

Panitia Konferensi Kerja II PGRI Jatim

Panitia Konferensi Kerja II PGRI Jatim

Foto bersama panitia Konferensi Kerja Provinsi II tahun 2016 PGRI Jawa Timur masa bakti 2014-2019 di Balai Pertemuan Hotel Aston Bojonegoro

 

Selamat Datang di Website PGRI Bojonegoro

PGRI adalah organisasi perjuangan, profesi, dan tenaga kerjaan, berskala nasional yang bersifat : Unitaristik, tanpa memandang perbedaan ijazah, tempat bekerja, kedudukan,suku, jenis kelamin, agama, dan asal usul independent, yang berlandaskan pada prinsip kemandirian organisasi dengan mengutamakan kemitra sejajaran dengan berbagai fihak non partai politik, bukan partai politik, tidak terkait dan atau mengikat diri pada kekuatan organisasi/partai politik manapun.

HONORER DAN THR

Oleh Didi Suprijadi   Sejarah  awal mula kemunculan THR di Indonesia. Mengutip historia.id, kebijakan pemberian uang tunjangan pada akhir bulan puasa dimulai kali pertama pada era kabinet Soekiman Wirjosandjojo dari partai Masyumi. Meskipun saat itu belum menggunakan istilah THR. Pemberian tunjangan itu bertujuan agar kabinet Soekiman mendapat dukungan dari pamong pradja yang terdiri dari para

PGRI Jalan Terus

PGRI jalan terus Oleh didisuprijadi PGRI jalan terus, begitu teriakan Ali Murtopo sambil menunjukkan telunjuk nya ke arah depan,saat menyampaikan arahan pembekalan  didepan peserta konferensi pusat (sekarang Rakernas) PGRI  terakhir masa bakti Xll tahun 1972 di Bandung. Teriakan ini menyikapi desas desus dan gonjang ganjing di masyarakat kalangan guru anggauta PGRI bahwa pemerintah akan  membubarkan

PEMBELAJARAN ICT DI SEKOLAH DI INDONESIA DIKUBUR, BAGAIMANA DENGAN SINGAPURA?

oleh Ali Fatikin Ketua PGRI Kab. Bojonegoro Peserta PGN ke – 16 Down East, Singapura 2015 Pemerintah Singapura menyadari sepenuhnya bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT) yg akan mendominasi setiap aspek kehidupan manusia pada abad ke- 21 ini, sehingga tidak ada satu lapangan kehidupan yang tidak terjelajahi oleh ICT ini. Melihat potensi yang behitu

PGRI dan Pemilihan Pengurus

PGRI dan  Pemilihan Pengurus Oleh didisuprijadi Sebagaimana di organisasi-organisasi bentuk lain, seperti organisasi bisnis, organisasi paguyuban, organisasi politik, atau bahkan organisasi pemerintahan, seorang pemimpin organisasi   menempati posisi sangat sentral. Ia bukan sekedar representasi organisasi itu di ruang publik, namun bagaimana corak dan kebijakan organisasi tersebut ke depan akan banyak ditentukan oleh siapa yang memimpin organisasi

Talkshow, PGRI Skype A Thon

Suara Guru – Jakarta. Seiring berjalannya waktu, saat ini seluruh dunia sedang dihadapi Revolusi ke 4 Industri. Hal ini juga berdampak langsung bagi dunia pendidikan tak terkecuali Indonesia. Menghadapi era revolusi industri 4.0 PB PGRI mengupakan untuk sedini mungkin siap untuk menghadapinya. Terlebih lagi renovasi terhadap Gedung Guru Indonesia yang saat ini telah memasuki tahap

Student Day Expo : Menciptakan Generasi Inovatif dan Industri Kreatif, SMA Bisa

  Suara Guru – Cibinong. Seperti biasanya tiap tahun SMA Plus PGRI Cibinong kembali mengadakan Student Day Expo, sebuah ajang penyaluran bakat siswa-siswi yang terdiri dari 21 cabang diantaranya; Programming, Elektro, Otomotif, Musik Tradisional, Musik Modern, Modeling, Jurnalistik, Elektro, Cinema, Teater, Tata Rias, Tata Busana, Tata Boga, Seni Tari, Robotik, Web Desain, Seni Lukis, Sekretaris,

Hardiknas 2018, PGRI : Cetak Biru Pengembangan SDM Indonesia

Suara Guru, Jakarta. Memperingati Hari Pendidikan Nasional yang jatuh pada hari selasa, 2 mei 2018 Pengurus Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PB PGRI) menggelar upacara bendera di halaman Gedung Guru Indonesia, Jakarta. Pada kesempatan ini, Sekjen PB PGRI M. Qudrat Nugraha bertindak sebagai Pembina Upacara. Acara ini dihadiri seluruh jajaran PB PGRI, staf, perwakilan guru

Hardiknas 2018

Menyambut Hari Pendidikan Nasional 2018, kami mengucapkan Selamat Hari Pendidikan Nasional. Semoga hak warga negara memperoleh pendidikan berkualitas dan terjangkau dapat dipenuhi dengan baik. Pendidikan bermutu adalah kunci bagi kemajuan bangsa. Berbagai persoalan yang mendera bangsa ini bila ditelusuri lebih jauh salah satu sebab utamanya  karena foundasi pendidikan, kebijakan, dan pelaksanaan pendidikan masih jauh dari

PGRI Landak Gelar Konferensi Kerja untuk Pendidikan Bermutu

Suara Guru – Pontianak Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Landak telah melaksanakan Konferensi Kerja Kabupaten ke V PGRI Landak masa bakti III tahun 2014-2019 di Aula Kantor Bupati Landak Pontianak Sabtu (21/4/2018) . Dalam konferensi kerja kali ini PGRI Landak mengusung acara dengan tema “membangkitkan kesadaran kolektif PGRI dalam meningkatkan disiplin dan etos kerja untuk

PGRI Sebut Satu Juta Guru tidak Hidup Sejahtera

DEPOK — Ketua Umum Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI), Unifah Rasyidi, menyatakan hingga kini banyak problematika kesejahteraan guru yang belum terpecahkan. Terutama, masih ada sekitar satu juta guru yang hidup di bawah sejahtera. “Hingga saat ini, cita-cita PGRI belum terlaksana baik itu profesionalisme, kesejahteraan dan perlindungan terhadap guru,” ujar Unifah pada kegiatan Rembuk Nasional Pendidikan