Maksud dan Tujuan Sertifikasi Guru

sertifikasi

1. Apa yang dimaksud dengan sertifikasi guru?
Sertifikasi guru adalah proses pemberian sertifikat pendidik kepadaguru. Sertifikat pendidik diberikan kepada guru yang telah memenuhi standar profesionalguru. Guru profesional merupakan syarat mutlak untuk menciptakan sistem dan praktik pendidikan yang berkualitas.

2. Apa yang dimaksud dengan sertifikat pendidik?
Sertifikat pendidik adalah sebuah sertifikat yang ditandatangani oleh perguruan tinggi penyelenggara sertifikasi sebagai bukti formal pengakuan profesionalitas guru yangdiberikan kepada guru sebagai tenaga profesional.

3. Mengapa disebut sertifikat pendidik bukan sertifikat guru?
Dalam Undang-Undang Guru dan Dosen disebut sertifikat pendidik. Pendidik yangdimaksud disini adalah guru dan dosen. Proses pemberian sertifikat pendidik untuk gurudisebut sertifikasi guru, dan untuk dosen disebut sertifikasi dosen.

4. Apa tujuan dan manfaat sertifikasi guru?
Sertifikasi guru bertujuan untuk:a. menentukan kelayakan guru dalam melaksanakan tugas sebagai agen pembelajaran danmewujudkan tujuan pendidikan nasional b. meningkatkan proses dan mutu hasil pendidikanc. meningkatkan martabat gurud. meningkatkan profesionalitas guruAdapun manfaat sertifikasi guru dapat dirinci sebagai berikut.a. Melindungi profesi guru dari praktik-praktik yang tidak kompeten, yang dapat merusak citra profesi guru. b. Melindungi masyarakat dari praktik-praktik pendidikan yang tidak berkualitas dan tidak profesional.c. Meningkatkan kesejahteraan guru.

5. Mengapa sertifikasi guru dilakukan?
Guru merupakan sebuah profesi seperti profesi lain: dokter, akuntan, pengacara, sehingga proses pembuktian profesionalitas perlu dilakukan. Seseorang yang akan menjadi akuntanharus mengikuti pendidikan profesi akuntan terlebih dahulu. Begitu pula untuk profesilainnya termasuk profesi guru.

6. Apa dasar pelaksanaan sertifikasi?
Dasar utama pelaksanaan sertifikasi adalah Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005tentang Guru dan Dosen (UUGD) yang disahkan tanggal 30 Desember 2005.Pasal yangmenyatakannya adalah Pasal 8: guru wajib memiliki kualifikasi akademik, kompetensi,sertifikat pendidik, sehat jasmani dan rohani, serta memilikikemampuan untuk mewujudkan tujuan pendidikan nasional. Pasal lainnya adalah Pasal 11,ayat (1) menyebutkan bahwa sertifikat pendidik sebagaimana dalam pasal 8 diberikankepada guru yang telah memenuhi persyaratan. Landasan hukum lainnya adalah Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, dan PeraturanMenteri Pendidikan Nasional Nomor 18 Tahun 2007 tentang Sertifikasi Bagi Guru Dalam Jabatan yang ditetapkan pada tanggal 4 Mei 2007.

7. Apa sertifikasi guru menjamin peningkatan kualitas guru?
Sertifikasi merupakan sarana atau instrumen untuk mencapai suatu tujuan, bukan tujuanitu sendiri. Perlu ada kesadaran dan pemahaman dari semua fihak bahwa sertifikasi adalahsarana untuk menuju kualitas. Kesadaran dan pemahaman ini akan melahirkan aktivitasyang benar, bahwa apapun yang dilakukan adalah untuk mencapai kualitas. Kalau seorangguru kembali masuk kampus untuk meningkatkan kualifikasinya, maka belajar kembali ini bertujuan untuk mendapatkan tambahan ilmu pengetahuandan ketrampilan, sehingga mendapatkan ijazah S-1. Ijazah S-1 bukan tujuan yang harusdicapai dengan segala cara, termasuk cara yang tidak benar melainkan konsekuensi daritelah belajar dan telah mendapatkan tambahan ilmu dan ketrampilan baru. Demikian pulakalau guru mengikuti sertifikasi, tujuan utama bukan untuk mendapatkan tunjangan profesi, melainkan untuk dapat menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah memiliki kompetensi sebagaimana disyaratkan dalam standar kompetensi guru. Tunjangan profesi adalah konsekuensi logis yang menyertai adanyakemampuan yang dimaksud. Dengan menyadari hal ini maka guru tidak akan mencari jalan lain guna memperoleh sertifikat profesi kecuali mempersiapkandiri dengan belajar yang benar untuk menghadapi sertifikasi. Berdasarkan hal tersebut,maka sertifikasi akan membawa dampak positif, yaitu meningkatnya kualitas guru.

8. Apakah program sertifikasi guru ini akan berlanjut terus?
Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 14/2005, sertifikasi guru akan terus dilaksanakansampai Undang-Undang tidak mengamanatkan pelaksanaan sertifikasi guru.