PEMBELAJARAN ICT DI SEKOLAH DI INDONESIA DIKUBUR, BAGAIMANA DENGAN SINGAPURA?

oleh Ali Fatikin
Ketua PGRI Kab. Bojonegoro
Peserta PGN ke – 16 Down East, Singapura 2015

Pemerintah Singapura menyadari sepenuhnya bahwa Teknologi Informasi dan Komunikasi ( ICT) yg akan mendominasi setiap aspek kehidupan manusia pada abad ke- 21 ini, sehingga tidak ada satu lapangan kehidupan yang tidak terjelajahi oleh ICT ini.
Melihat potensi yang behitu besar dunia ICT , pemerintah Singapura telah membuat perencanaan induk pengembangan ICT yg dimulai tahun 1980 an yg dimplementasikan hingga hari ini. Dalam setiap tahap perencanaan pengembangan ICT di Singapura, satu sektor yg tidak pernah diabaikan ialah sektor pendidikan. Mengapa? Karena sektor inilah nanti yg akan mengukir dan mencorakkan budaya berfikir dan bekerja manusia- manusia Singapura di masa depan. Sumber daya manusia Singapura harus handal dan menguasai ICT di tengah persaingan di segala bidang dalam kancah globalisasi. Dalam suasana persaingan yg terus berubah dan berkembang ini ,modal insan di Singapura menjadi kunci pembeda saingan dengan negara lain. ( Chang; 2003, Economic Revew Committee, 2002 dalam Pertemuan Guru-Guru Nusantara ke-16).

 

RENCANA INDUK PENGEMBANGAN ICT DI SINGAPURA.

Pengembangan ICT di negara Singapura didesain sangat rapi dan berkesinambungan yg mencakup tiga ranah, yaitu layanan nasional, layanan pemerintah , dan layanan pendidikan. Sehingga ada tiga rencana induk pengembangan ICT: Rencana Pengembangan ICT Nasional, Rencana Pengembangan ICT Pemerintah, dan Rencana Pengembangan ICT Pendidikan.
Rencana Pengembangan ICT Nasional mengarahkan Singapura menjadi “NEGARA BIJAK” yg bercirikan menjadi pusat ICT global. Langkah awal (sejak tahun 1980 an) yg ditempuh untuk mencapai hal di atas adalah melaksanakan komputerisasi seluruh kantor pemerintah untuk meningkatka pelayanan publik, membangun dan mengembangkan industri ICT , membangun profesional ICT untuk memenuhi keperluan industri.
Rencana Pengembangan ICT Pemetintah meliputi program pengkomputeran layanan publik juga telah dilaksanakan tahun 1980 an, dan diteruskan secara berkesinambungan dengan Rencana tindakan 1, 2 , iGov2010, eGov2015.
Sedangkan Rencana Pengembangan ICT Pendidikan di Singapura dibagi empat fase.

Fase 1, pengembangan ICT ditujukan meningkatkan hubungan sekolah dengan dunia.

Guru dan anak didiknya memiliki keluasan cakrawala cara pandang jika intens berkomunikasi dengan rekan- rekan di seluruh dunia.Meningkatkan berfikir kreatif, dan inovatif bagi guru dan anak didiknya. Serta mendorong terciptanya pembelajaran aktif dan mandiri. Untuk itu perlu dilakukan pelatihan ICT bagi guru.Guru dilatih 30 jam untuk memadukan ICT dalam kurikulum.

Fase 2, hasil pengembangan ICT yg diinginkan adalah anak didik mampu menggunakan ICT secara efektif dalam pembelajaran.

Guru mampu menggunakan ICT secara efektif untuk pengembangan profesional dan pengembangan diri. Terdapatnya kajian yg aktif dalam
penggunaan ICT dalam pendidikan. Dan terdapatnya prasarana dan sarana pendukung secara luas.

Fase 3, hasil yg ingin dicapai pada fase ini anak didik memiliki kecakapan belajar mandiri dan kolaboratif melalui penggunaan ICT secara efektif dan bertanggung jawab.

Fase ini guru diharapkan telah memiliki pengalaman yg memadai merancang dan melaksanakan pembelajaran berbasis ICT. Pada fase 3 ini diperoleh masukan bahwa: # Penggunaan ICT oleh guru dalam pembelajaran berdampak meningkatnya motivasi anak didik. # Pembelajaran berbasis ICT memerlukan waktu yang panjang baik dalam persiapan maupun pelaksanaan pembelajaran.

Fase 4,

Hasil yg ingin dicapai fase ini adalah meletakkan dasar mutu pembelajaran yg mengarah pada ” Pendidikan yg Berpusat – Anak didik dan Berbasis Nilai”. Visi pada fase ini memupuk ” Pelajar Digital yang Siaga Masa Depan dan Bertanggung jawab”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *