Pengertian Belajar dan Pembelajaran

Pengertian belajar

Menurut Oemar Hamalik (1994:36), belajar adalah modifikasi atau memperteguh kelakuan melelui pengalaman (learning is defined as the modification or strengthening of behavior through experiencing). Dalam hal ini, belajar merupakan suatu proses, suatu kegiatan bukan suatu hasil atau tujuan. Belajar tidak hanya aktivitas membaca, mengingat, akan tetapi lebih luas daripada itu, yakni melakukan.

Mulyasa (2002: 53) berpendapat, belajar merupakan perubahan dari titik bisa menjadi bisa melakukan. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa belajar merupakan kegiatan manusia yang sangat penting dan harus dilakukan secara maksimal untuk menguasai atau memperoleh sesuatu. Melalui belajar, manusia dapat melakukan perbaikan dalam berbagai hal yang menyangkut kepentingan hidup. Dengan kata lain, dengan belajar manusia dapat memperbaiki nasib, mencapai cita-cita, dan memperoleh kesempatan lebih luas untuk berkarya.

Menurut Slameto (2003: 2) secara psikologis belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya.

Benjamin S. Bloom (1981: 5) mengatakan, Education for us is a process which changes the learners. Given this view we expect each program, course, and unit of education to bring about some significant change or changes in the student. Artinya, Belajar adalah proses untuk merubah pelajar. Dengan pemberian pandangan masing-masing program, kursus dan unit dari pendidikan guna penyempurnaan bagian yang penting yang terdapat dalam diri siswa.

Dari pengertian belajar yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa belajar adalah suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku, baik perubahan sikap, pengetahuan, keterampilan sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungannya agar menjadi lebih baik.

Pengertian Pembelajaran

Menurut Mulyasa (2002: 100), pembelajaran pada hakekatnya adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya, sehingga terjadi perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.

Oemar Hamalik, (1994: 57) berpendapat, pembelajaran adalah suatu kombinasi yang tersusun meliputi unsur-unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur yang saling mempengaruhi mencapai tujuan pembelajaran.

Sedangkan Laksono (2005 : 19) berpendapat bahwa pembelajaran merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan peserta didik atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif dalam mencapai tujuan tertentu. Interaksi antara guru dengan peserta didik itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya kegiatan pembelajaran. Interaksi dalam kegiatan pembelajaran mempunyai arti yang sangat luas, tidak sekedar hubungan dengan antara guru dan peserta didik tetapi berupa interaksi edukatif. Dalam hal ini, bukan hanya penyampaian pesan berupa materi pelajaran, melainkan penanaman sikap dan nilai pada diri peserta didik yang sedang belajar

Dari pengertian pembelajaran yang dikemukakan di atas dapat disimpulkan bahwa  pembelajaran adalah proses interaksi antara peserta didik dengan lingkungannya yang dipengaruhi oleh unsur manusiawi, material, fasilitas, perlengkapan, dan prosedur untuk mendapatkan perilaku yang lebih baik.