UNIFAH RASYIDI, GUS IPUL DAN HUT PGRI

whatsapp-image-2016-11-19-at-9-44-59-am
Jember Sport Garden (JSG), tiba -tiba berubah menjadi lautan manusia. Sekitar lima puluh ribu anggota PGRI hadir untuk memeriahkan ulang tahun kelahirannya yang ke 71.  HUT PGRI, bukan sekedar show of force, tapi lebih dari ini bagaimana memanaje sebuah peristiwa akbar berlangsung rapi, aman, dan mengandung nilai plus.

Bagi sebagian anggota dan kader, ultah seperti itu dijadikan momentum untuk mendengarkan petuah dan arahan Sang Ketua Umum. Apalagi ultah tahun ini, yang akan memberikan sambutan adalah Plt Ketua Umum,Ibunda Unifah Rasyidi. Seorang Srikandi pergerakan, yang telah terbukti mampu mengkomunikasikan aspirasi guru -guru dengan pemerintah. Style kepemimpinan Ibunda Uni, memang terkesan flamboyan dan lebih teduh.

Di JSG Jember, Bu Inifah kembali memotivasi kader dan anggota PGRI untuk terus bahu membahu dengan pemerintah untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Beberapa materi yang juga diangkat mulai persoalan rumitnya pembayaran Tunjangan Profesi Guru, Nasib guru honorer, rasio guru 1:20, Penyederhanaan regulasi administrasi yang tidak terlalu membebani guru,Undang Undang Perlindungan Guru, menjadi bahasan yang didengar langsung oleh Gus Ipul, Wakil Gubernur Jawa Timur. Harapan Bu Uni kepada pemerintah untuk tidak terlalu mempersulit guru.

Sementara Gus Ipul, saat memberi sambutan, langsung merespon aspirasi Ibu Unifah yang mewakili suara guru Indonesia.
“Kalau bisa dipermudah kenapa dipersulit”, jelas Gus Ipul.
Menangkap sambutan keduanya, sepertinya ada irisan kepentingan. Kepentingan untuk lebih mempermudah dari semula yang terkesan dipersulit.
Tentu, nantinya kemudahan itu harus berbanding lurus dengan peningkatan kompetensi seorang guru.Pada saat hak telah kita terima,dalam waktu yang bersamaan kewajiban harus kita tunaikan. Tak hanya sekadar demi menggugurkan kewajiban. Lebih dari itu, guru sejatinya harus meningkatkan kemampuan yang dimiliki. Dengan tantangan yang tidak sama seperti sepuluh tahun yang lalu, tentu memerlukan formula baru, ilmu – ilmu baru, sejalan dengan tuntutan waktu.

Hal itulah yang secara tersirat diungkap dan diangkat oleh Bu Uni dan Gus Ipul pada pelaksanaan puncak HUT PGRI Ke 71 tadi pagi. Inilah yang menarik dari keduanya. Keduanya ingin melihat Jawa Timur lebih baik. Ayo kita mencoba lewat PGRI untuk turut berkontribusi terhadap jatuh bangunnya pendidikan di Jawa Timur.

HIDUP GURU!
HIDUP PGRI!
SOLIDARITAS, YES!

Oleh. Dimasmul Prajekan (Sekretaris Kabupaten PGRI Bondowoso)